Uncategorized

air-terjun-Coban-Rondo
Jul21

Terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur Coban Rondo  memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut.  Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.  Curah hujan rata-rata 1.721 mm/th, dengan bulan basah pada bulan Nopember sampai bulan Maret dan bulan kering pada bulan April sampai dengan Oktober dengan suhu rata-rata +/- 22°C.

Air terjun ini berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani Malang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Pujon dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G. Sebelum menjadi Coban Rondo, sebetulnya di atasnya ada air terjun kembar yang disebut Coban Manten. Mengalir ke bawah, air terjun itu menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, Coban Dudo tersebut mengalir ke bawah menjadi Coban Rondo.

Sumber air dari tiga air terjun tersebut berada di Kepundan, satu dataran yang tanpa pohon satu pun berada di atas Coban Manten. Mereka yang ingin melihatnya, selain harus berhati-hati juga perlu ekstratenaga. Sebab, selain jalan licin, juga cukup jauh antara 3-4 km.

air-terjun-cobanrondo-wana-wisata-batu

Air Terjun Coban Rondo menyimpan legenda unik, bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan. 

Ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.  Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo.  Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

Tiket masuk ke air terjun ini sebesar Rp 3000.  Sedangkan biaya parkir kendaraan roda empat sebesar Rp 3.000 atau kendaraan roda dua sebesar Rp 1000.mDi dalam area Coban Rondo banyak terdapat warung-warung yang menjajakan makanan dengan harga yang cukup terjangkau.  Juga tersedia sarana tempat beribadah bagi umat muslim, panggung terbuka, area camping ground dan toilet.

Untuk yang mencari tempat penginapan dapat diperoleh di daerah wisata Songgoriti, sekitar 5-8 km dari lokasi Air Terjun Coban Rondo.  Harga penginapan di daerah itu berkisar antara Rp. 50.000 hingga Rp. 150.000 per malam.

sumber : klik disini

sate-kelinci
Jul20

Ada cara baru menikmati sate kelinci khas wisata Telaga Sarangan Magetan. Kalau anda bosan menikmati sate kelinci di pinggir telaga, sate kelinci khas jalan tembus Mojosemi kawasan Sarangan bisa menjadi solusi. Di jalan tembus menuju Solo, Jawa Tengah itu, ada banyak deretan warung yang menyediakan aneka minuman dan sate kelinci khas Sarangan. Ada hal yang berbeda, saat anda menikmati hangatnya sate kelinci di tempat yang satu ini. Karena anda bisa menikmati indahnya Telaga Sarangan secara keseluruhan dari sudut atas. Beberapa pengunjung Sarangan rela meluangkan waktu, demi menikmati sate kelinci khas jalan tembus Mojosemi. “Ada yang beda, makan sate di jalan tembus, karena kita bisa menikmati indahnya sarangan dari atas, kita bisa lihat telaga secara keseluruhan,” ujar Mushtofa, salah satu pengunjung asal Surabaya yang menikmati sate kelinci di warung jalan tembus Mojosemi.

Apalagi tempatnya rata-rata cukup representatif untuk menikmati sejuknya wisata telaga khas Magetan itu. Soal harga, anda tidak perlu merogoh gocek dalam-dalam, hanya dengan uang Rp 10 ribu, anda sudah bisa menikmati lezatnya sate kelinci sambil melihat kabut di sekeliling telaga. “Sepuluh ribu sudah dapat sate 10 tusuk plus lontong, dijamin murah dech,” ujar Nova salah satu pemilik sate kelinci di kawasan jalan tembus Mojosemi. Diakuinya, rata-rata pengunjung, lebih memilih sate kelinci daripada sate ayam. “Sate ayam juga ada mas, tapi jarang yang beli,” lanjut dia. Bagi anda yang kebetulan berkunjung ke Wisata Telaga Sarangan, tidak ada salahnya kalau mampir menikmati sate kelinci di jalan tembus Mojosemi, sembari melihat pemandangan telaga dari atas (sumber pastinews.com)

Mengenai rasa daging pada sate kelinci mirip dengan daging ayam. Namun, yang bikin sate kelinci ini berbeda rasa dan lebih nikmat dari sate ayam, adalah pada tekstur lembut daging kelinci. Sate kelinci tersaji dengan irisan bawang merah mentah pada satu porsinya. Dengan didukung perpaduan bumbu sate yang agak kehitaman karena porsi takaran pemberian kecap yang lebih banyak. Penjual sate kelinci mudah sekali dijumpai
di tepian Telaga Sarangan Magetan. Di obyek wisata berhawa dingin itu, menu kuliner yang satu ini dapat dijadikan alternatif pilihan di antara banyaknya menu makanan yang tersaji di sana.
Bahkan, para wisatawan dapat menikmati sate kelinci dengan duduk lesehan beralaskan tikar sambil memandangi keindahan telaga tersebut. Sedangkan, untuk sajian menu minuman yang sangat cocok adalah
ronde.

wedang-rondeMinuman yang kuahnya menggunakan jahe bikin tubuh kita terasa hangat. Mengenai khasiat sate kelinci, Joni, salah seorang penjual sate kelinci di Telaga Sarangan mengatakan, dapat menjadikan tubuh terasa hangat, dan kolestrol yang terkandung pada daging kelinci sangat rendah. “Selain itu sate kelinci dipercaya mampu meningkatkan stamina tubuh,” tambah wanita asal Ngancar, Sarangan itu. Perpaduan kuah minuman yang terdiri dari gula dan jahe, menyajikan rasa tersendiri bagi penikmatnya. Terlebih pada kehangatan yang terselip di dalam wedang ronde.

Desir sapa hawa pegunungan yang mengitari Telaga Sarangan Magetan, terkadang mengundang rasa dingin pada tubuh kita sirna, terutama tatkala kita berkunjung ke obyek wisata itu. Karena itu sajian minuman wedang ronde dirasa tepat sebagai menggugah rasa hangat tubuh kita. Wedang ronde di Telaga Sarangan disajikan layaknya yang ada di berbagai daerah lain di Jawa Timur.

Namun, yang bikin minuman ini serasa ketagihan karena penikmatnya dapat menyeduh kehangatannya dengan dukungan panorama indah telaga. Selain menyajikan kuah hangat yang nikmat. Pada semangkuk wedang ronde juga terdapat kacang goreng, mutiara, agar-agar, dan cendol. Bahkan adakalanya beberapa penjual di sana juga menawarkan wedang ronde dengan diberi roti. Dari sini perpaduan antara kuah dan isi yang tersaji di dalam wedang ronde, menimbulkan sensasi kenikmatan rasa dari minuman ini. Bahkan tak pelak membuat kita ketagihan akan kehangatannya.

sumber : klik disini

Red-Hotel-a
Jul04
 Salah satu hal yang membuat  kesan yang menyenangkan saat berwisata adalah hotel/tempat menginap di daerah wisata tersebut. Kadang kala hotel/ penginapan juga mempengaruhi mood kita saat hendak memulai kegiatan wisata. Salah dalam memilih hotel dapat membuat wisata kita bisa berantakan, maka dari itu memilih hotel yang tepat dan nyaman serta sesuai budget itu sangatlah penting.

Ada banyak macam dan kategori hotel, mulai dari yang biasa, standart hingga yang berbintang. Fasilitas yang ditawarkan juga bermacam-macam, akan tetapi lebih bijaksana jika kamu sesuaikan dengan isi kantong. Hotel yang mahal belum tentu juga nyaman, begitu pula sebaliknya hotel yang murah belum tentu jelek pula.

Kini dengan kemajuan teknologi dan ramainya destinasi wisata tertentu membuat persaingan pengelola hotel makin kompetitif. Masing-masing ingin memberikan servis yang baik untuk memuaskan pelanggannya. Hotel berlomba agar okupansinya selalu bagus, sehingga kelangsungannya juga akan lama. Sebagai pelanggan tentunya kita juga diuntungkan dengan kondisi ini.

Silahkan mampir >> Telaga Sarangan

Cara Memilih Hotel yang Tepat

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih hotel:

  1. Lokasi Hotel

Akan lebih bijak jika kamu memilih lokasi hotel yang lebih dekat dengan objek wisata yang akan dikunjungi. Selain mudah, tentu saja hemat karena kamu tidak harus keluar ongkos lagi untuk transportasi menuju lokasi wisata. Carilah pula hotel yang dekat dengan tempat makan, karena akan memudahkan saat kelaparan melanda.

  1. Fasilitas Hotel

Sesuaikan fasilitas dengan kebutuhanmu. Seringkali hotel hanya sebagai tempat singgah sementara dan untuk menyimpan barang bawaan, akan lebih efisien jika kamu memilih budget hotel yang hanya menawarkan kebutuhan dasarmu yaitu tidur dan membersihkan diri.

Namun jika kamu ingin berwisata sambil menikmati keindahan dan fasilitas hotel, misalnya untuk honeymoon atau liburan keluarga; pilihlah hotel yang memiliki fasilitas dan service yang lengkap dan memuaskan. Contohnya: villa, cottage dsb.
Fasilitas yang didapat tentu berbanding lurus dengan harga yang harus kamu bayarkan nantinya, aturlah sesuai kebutuhanmu selama berlibur.

  1. Rate Harga Kamar

Beberapa hotel memiliki website resmi, sehingga kamu dapat mengecek dan memesan secara online disana. Bisa juga kamu booking lewat travel agen langgananmu, karena biasanya akan ada potongan harga. Carilah juga hotel yang sedang ada promo, biasanya hotel itu memberikan diskon harga yang lumayan.

Untuk budget hotel tanyakan pula adakah biaya tambahan untuk peminjaman handuk, hair dryer dan kunci loker. Apakah juga tersedia sarapan gratis, kopi, teh, gula dan air panas gratis. Jangan pula mudah terjebak dengan harga yang murah dan potongan harga kamar hotel yang tinggi.

Beberapa homestay/asrama mengenakan biaya per-bed/orang bukan per kamar; 1 kamar berisi beberapa bed, mungkin cara ini juga dapat jadi pertimbangan.

  1. Review dari pelanggan

Kamu dapat mempertimbangkan sebuah penginapan dari review para pelanggan yang pernah menginap sebelumnya. Penilaian ini dapat kita cari dari forum, milis, grup traveler dll. Kategori yang di review antara lain: lokasi, fasilitas, harga, pelayanan dsb. Testimoni dari pelanggan ini sedikit banyak memberikan kita gambaran tentang hotel yang akan kita tempati. Makin banyak komplain, curhatan, makian dari para pelanggan maka kamu dapat menghindari hotel itu. Makin banyak rekomendasi, pujian, testimony positif dari para pelanggan yang pernah menginap sebelumnya, maka dapat dijadikan masukan untuk menggunakan hotel tersebut. Lakukan konfirmasi sehari sebelum chek in agar pihak hotel dapat mempersiapkan dengan baik kamar yang kamu pesan.

  1. Carilah info sebelumnya

Makin banyak informasi yang kamu kumpulkan maka makin tepat kamu dapat memilih hotel yang kamu inginkan. Tanya ke teman, kerabat, lihat di social media minta pendapat dan pengalaman mereka selama memilih hotel di daerah tersebut. Maupun pendapat mereka mengenai hotel tempat mereka pernah menginap.

Silahkan mampir >> Telaga Sarangan

Dengan memilih hotel yang tepat dan nyaman, maka tidurmu akan lebih nyenyak. Istirahat yang cukup dan berkualitas tentu akan berimbas mood yang baik saat menjalani aktifitas traveling. Dengan demikian maka liburanmu akan menyenangkan.

Sumber : klik disini

Gallery-Merah-1d
Jul04

Ada banyak objek wisata di sekitar kaki Gunung Lawu yang semuanya memiliki hawa sejuk khas pegunungan. Salah satunya adalah Telaga Sarangan yang merupakan objek wisata favorite yang terletak di kaki Gunung Lawu

Objek wisata ini menjadi tempat piknik favorite karna memiliki pemandangan dan suasana alam yang asik. Dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang memperindah pemandangan. Selain itu, di sekitar telaga juga banyak terdapat wahana wisata untuk mendukung kegiatan wisata disana. Meski secara administratif terletak di kabupaten Magetan, Jawa Timur, namun lokasi wisata ini lebih dekat dengan Tawangmangu di kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Dari Tawangmangu jaraknya hanya sekitar 5 km, sedangkan dari kota Magetan jaraknya sekitar 16 km

telaga-saranganLuas area telaga ini kira-kira 30 ha dengan kedalaman mencapai 28 m. Ada banyak cara yang bisa dilakukan pengunjung untuk menikmati keindahan telaga alami ini. Untuk menjelajahi isi telaga para pengunjung bisa menyewa perahu berkecepatan tinggi atau dengan perahu kayuh untuk yang lebih santai. Jika tidak ingin berurusan dengan air, kamu juga bisa menikmati keindahan sekitar telaga dengan berkeliling menaiki kuda yang banyak disewakan disana

Daerah di sekitar telaga ini telah dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata unggulan. Tak heran kalau banyak sekali penginapan yang terdapat di sekitar sana. Jadi, tak perlu khawatir kalau ingin menginap di sekitar telaga. Telaga sarangan ini tak pernah sepi pengunjung. Apalagi saat hari libur. Begitu memasuki kawasan telaga kita akan langsung disambut oleh banyak pedagang souvenir yang menjajakan berbagai benda kerajinan dan juga sayur-sayuran serta buah-buahan yang tumbuh di daerah pegunungan

Selain bisa menikmati suasana telaga sambil berkeliling, salah satu cara lain untuk menikmati suasana disana adalah dengan duduk lesehan di warung makan sambil menikmati berbagai macam kuliner seperti sate kelinci dan kuliner lain khas Magetan

Ada sebuah cerita yang dipercaya sebagai latar belakang terbentuknya telaga alami ini. Konon, sebelum terbentuk telaga, daerah di sekitar telaga merupakan daratan subur. Jaman dulu, ada sepasang suami istri yang usianya sudah senja. Mereka hidup bahagia dengan bercocok tanam di sekitar hutan. Suatu hari sang kakek pergi ke hutan untuk menebang kayu. Setelah menemukan kayu yang hendak di tebang sang kakek melihat sebutir telur di dekat pohon tersebut. Ia akhirnya pulang kerumah dengan membawa telur tersebut dan tidak jadi menebang pohon

Sesampainya di rumah, telur tersebut dimasak oleh nenek dan disantap berdua dengan sang kakek. Setelah menyantap telur tersebut sang kakek kembali ke hutan untuk menenang pohon. Namun, tubuh sang kakeh tiba-tiba berubah menjadi panas dan ia terguling-guling di tanah. Tubuh sang kakeh akhirnya berubah menjadi naga

Hal serupa juga terjadi pada sang nenek. Ia merasakan panas di sekujur tubuhnya dan berniat untuk menyusul sang kakek ke hutan. Ia kaget melihat seeokor naga yang berguling-guling. Sampai kemudian sang nenek juga berubah bentuk menjadi seekor naga

Menurut cerita, gesekan kedua naga tersebut menghasilkan cekungan berukuran besar yang memancarkan sumber air air alami. Jadilah Telaga Sarangan yang juga dikenal dengan nama Telaga Pasir ini

Telaga Sarangan juga memiliki beberapa acara tahunan yang rutin diadakan oleh masyarakat setempat. Diantaranya adalah labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah serta Ledug Sura 1 Muharram. Pada malam tahun baru di sekitar telaga juga rutin diadakan pesta kembang api.

Sumber : klik disini